Browse Instagram content with Pikram.com

Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika

Instagram photos and videos at Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika

Jika engkau rindu tataplah bulan esok malam. Jika ia lebih cerah dan lebih besar dari malam ini, jangan tanya kenapa, karena seperti itulah cintaku padamu, makin hari makin besar dan makin terang.
.
.
Paragraf diatas adalah contoh kalimat romantis yah sob, jika besok malam bulan lebih cerah dan tampak lebih besar itu bukan karena cinta tapi karena fenomena purnama perige atau fenomena posisi terdekat bulan dengan bumi.
Ok sob. 
#purnama #perige #supermoon #infobmkg
Info Gempa Mag 4.8 SR, 16-Feb-19 18:01:53 WIB, Lok:2.32 LS-140.26 BT (di laut, 40 km BaratLaut KAB. JAYAPURA-PAPUA),Kedlmn: 6km, drskn di Sentani II MMI dan di Jayapura II-III MMI ::BMKG
Perang yang saat ini terjadi secara mendunia adalah perang data. Jika sebuah negara atau lembaga memiliki data yang kuat dan lengkap, maka pastilah akan memiliki 'power' yang luar biasa.

Namun data tersebut haruslah akurat dan terpercaya. Untuk mendapatkan data dengan tingkat akurasi tinggi, alat yang digunakan haruslah terkalibrasi dengan standar yang diakui.

Oleh karena itu, laboratorium kalibrasi BMKG terus berusaha melompatkan tingkat pelayanan pengkalibrasian peralatan, agar data yang dihasilkan dapat sesuai dengan standar yang dibutuhkan, baik secara nasional ataupun dunia. 
Dengan tingkat kalibrasi yang terpercaya maka BMKG sanggup menyatakan bahwa kami siap menghadapi peperangan dalam perebutan kepercayaan publik terkait informasi MKG yang tepat, cepat, akurat dan luas jangkauannya.

#PemerintahBekerja 
#KerjaBerdampak 
#infobmkg
*GEMPABUMI TEKTONIK M5,0 MENGGUNCANG KABUPATEN MALANG, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI*
.
.
•	Hari Kamis, 14 Februari 2019, pukul 02.58.45 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik. Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,35 LS dan 112,51 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 69 km.
.
.
•	Gempabumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar Obliqe Naik (Oblique Thurst Fault).
.
.
•	Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kab. Malang dengan kekuatan III MMI; Selopuro, Wlingi dan Kota Blitar dengan kekuatan II-III MMI.. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami
.
.
•	Hingga pukul 03.25 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*** .
.
•	Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. *
.
.
Jakarta, 14 Februari 2019
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
.
.
RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.
KERJASAMA BMKG DAN PBNU .
.
BMKG terus mengupayakan lompatan-lompatan inovasi dalam menyampaikan mitigasi bencana dan penyebaran informasi MKG dengan melibatkan kerjasama pentahelix yang sinergis dan kuat dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan komunitas dan tokoh masyarakat.

Oleh karena itu BMKG menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas masyarakat yang ada di Indonesia seperti dengan Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

BMKG menyadari peran penting tokoh masyarakat seperti pemuka agama dalam membantu BMKG menyampaikan informasi terkait MKG. Menerjemahkan bahasa teknis BMKG menjadi bahasa lokal yang mudah dimengerti ummat. Selain itu, pemuka agama juga membantu memberikan tuntunan pada ummat dalam menangkal informasi yang menyesatkan (hoax). Jejaring Nahdlatul Ulama yang luas dan ada di seluruh Indonesia, merupakan faktor penting yang sangat efektif dalam penyebarluasan informasi yang bermanfaat bagi keselamatan publik serta produktifitas pembangunan.

Ayo bersama kita perkuat sinergi Pentahelix menuju masyarakat Indonesia yg siap menghadapi bencana.
#PemerintahBekerja 
#KerjaBerdampak 
#nahdlatululama
#PBNU
*GEMPABUMI TEKTONIK M 3.2 MENGGUNCANG KABUPATEN  MAMASA  SULAWESI BARAT,  TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI*
.
.
● Hari Selasa, 12 Februari 2019, pukul 06:12:27 WITA, wilayah Kab. Mamasa, Sulawesi Barat diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=3.2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.89 LS dan 119.42 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 Km Timur Laut Kec. Mamasa, Kab. Mamasa, Sulawesi Barat pada kedalaman 7 km. .
.
● Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Saddang yang berdekatan dengan pusat epicenter. .
.
● Berdasarkan laporan masyarakat, gempabumi ini Dirasakan di Mamasa III MMI.  Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.  Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
.
.
● Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg)
.
.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG.
.
.
Makassar, 12 Februari 2019
Plt. Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar

Joharman, SH, MM
NIP. 19620415 198403 1 002
Info Gempa Mag 4.1, 11-Feb-19 15:16:40 WIB, Lok:2.62 LS-140.45 BT (di darat, 8 km BaratDaya KAB. JAYAPURA-PAPUA),Kedlmn: 7km, drskn di Jayapura II MMI, di Sentani II MMI dan di Genyem II MMI ::BMKG
#infogempa 
#infobmkg
#jayapura
*GEMPABUMI TEKTONIK M6,1 MENGGUNCANG NIAS SELATAN, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI* • Hari Selasa, 5 Februari 2019, pukul 02.29.56 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=6,1, yang kemudian dimutakhirkan menjadi Mw=5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,38 LS dan 98,19 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 127 km arah Tenggara Nias Selatan pada kedalaman 24 km. • Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault). • Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Nias Selatan, Pasaman, Bukittinggi, Padang Panjang III MMI, Pariaman, Padang, Payakumbuh II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. • Hingga pukul 03.05 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*** • Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. *

Jakarta, 5 Februari 2019
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.
CURAH HUJAN TINGGI DIAKHIR PEKAN, TETAP WASPADA
. .
Hallo sobat BMKG, kembali mengingatkan potensi curah hujan tinggi di wilayah Indonesia akhir pekan ini, termasuk Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Penyebab utamanya adanya daerah pertemuan angin yg memanjang dari Jawa bagian barat hingga Nusa Tenggara.

BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.
#infobmkg 
#konvergensi
#Gempa Magnitude: 6.0, 23-Jan-2019 Pkl. 18:39:02 WIB, Lokasi: 10.29 LS 118.89 BT (87 km BaratDaya SUMBABARATDAYA-NTT), Kedalaman: 10 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG
Selamat Pagi sobat BMKG.
.
.
Mohon izin menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi untuk tiga hari ke depan 23 - 26 Januari 2019. Stay safe dan siaga potensi bencana 🙏
.
.
》Terima kasih 《
#infobmkg 
#gelombangtinggi 
#laut #pantai #pelayaran
Info #Gempa Mag:5.0, 22-Jan-19 12:35:05 WIB, Lok:9.89 LS, 119.10 BT (39 km BaratDaya SUMBABARATDAYA-NTT), Kedlmn:10 Km :: #BMKG
Info #Gempa Mag:3.0, 21-Jan-19 10:53:42 WIB, Lok:7.24 LS,107.55 BT (14 km BaratDaya KAB-BANDUNG-JABAR), Kedalaman:1 Km, Dirasakan di Pangalengan II MMI ::#BMKG
#infogempa 
#infobmkg 
#bandung
GELOMBANG TINGGI 4-6 METER BEREPELUANG TERJADI DI..
.
.
Terdapat Pola tekanan rendah 1004 hPa di perairan timur Filipina, 1007 hPa di Laut Arafuru bagian barat dan Samudra Hindia Barat Daya Banten, Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Enggano - Bengkulu, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Flores. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah perairan tersebut.
.
.
Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran: .
• Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). .
• Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT, serta daerah lainnya khususnya yang tercantum dalam daftar Peringatan Dini di atas harap mempertimbangkan kondisi tersebut. .
• Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat seperti Laut Jawa agar tetap selalu waspada
#infobmkg
#gelombangtinggi
#bmkgmaritim
#siagabencana
Lanjut dikolom koementar 👇
*GEMPABUMI TEKTONIK M2,4 MENGGUNCANG KOTA BANDAR LAMPUNG, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI*
.
.
•	Hari Rabu, 16 Januari 2019, pukul 19:51:23 WIB, wilayah Teluk Betung-Bandar Lampung diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=2,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,46 LS dan 105,26 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah timur laut Pesawaran, Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung pada kedalaman 2 km.
.
.
•	Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.
.
.
•	Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Teluk Betung II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami
.
.
•	Hingga pukul 20.40 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan.
.
.
•	Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
.
.
Tangerang Selatan, 16 Januari 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan

Joko Siswanto, S.Sos
Compiled by @daryonobmkg
.
.
Tidak banyak yang tahu bahwa pada masa Kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1924 wilayah Kabupaten Wonosobo pernah luluh lantak akibat guncangan gempabumi dahsyat. Dampak gempa ini, tercatat lebih dari 1.000 warga Wonosobo meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan.
.
.
Catatan sejarah gempa Wonosobo ini bersumber dari sebuah majalah berbahasa Belanda “Indie” yang terbit pada 7 Januari 1925.
.
.
Dikisahkan bahwa rentetan gempa Wonosobo dimulai pada Minggu tanggal 9 November 1924. Ada 5 kali guncangan gempa yang terjadi pada hari itu, 3 kali guncangan gempa di antaranya dirasakan sangat kuat hingga penduduk meninggalkan rumah-rumah mereka.Guncangan gempa pun sementara berhenti.
.
.
Namun, selang 3 hari kemudian tepatnya pada hari Rabu tanggal 12 November 1924, pada sore hari kembali terjadi 2 kali guncangan gempa kuat yang menimbulkan kerusakan parah pada banyak rumah penduduk. Guncangan gempa yang diikuti tremor itu dilaporkan berlangsung selama 10 menit disertai suara gemuruh yang mencekam.
.
.
Rentetan guncangan gempa ternyata belum usai. Guncangan gempa kuat kembali terjadi pada hari Minggu 16 November 1924. Akibat gempa ini, banyak rumah warga yang semula sudah rusak menjadi semakin bertambah rusak.
.
.
Gempa kuat ini melanda di berbagai wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Banyak kampung mengalami kerusakan sangat parah seperti di Kali Tiloe, Pagetan, Salam, dan Larang. Di daerah ini juga dilaporkan banyak terjadi longsoran.
.
.
Gempa tidak saja merusak kawasan permukiman pedesaan. Banyak bangunan Belanda yang kokoh di kota Wonosobo pun tak kuat menahan guncangan hingga akhirnya rubuh ke tanah. Hotel Dieng saat itu juga dilaporkan hancur akibat diguncang gempa.
.
.
Ditinjau dari karakteristik guncangannya yang merusak, tampak bahwa gempa ini merupakan jenis gempa tektonik. Gempa ini merupakan tipe yang didahului dengan aktivitas gempa pembuka (foreshocks) sebelum terjadinya gempa utama (mainshock) yang guncangannya paling kuat.
.
.
Lanjut dikolom komentar 👇...
#sejarah #gempabumi #gempa #infobmkg #faktadata
Info #Gempa Mag:5.0, 15-Jan-19 06:59:52 WIB, Lok:1.80 LU,99.12 BT (26 km Tenggara TAPANULIUTARA-SUMUT), Kedlmn:10 Km, drskn di Tarutung dan Sipahutar IV MMI, Porsea II-III MMI ::#BMKG
JANGAN LUPA CEK OMBAK SOB
.
.
Terdapat Sirkulasi Eddy di Samudra Hindia barat Aceh. Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kep. Sangihe  hingga Kep. Talaud, Laut Maluku, dan Perairan utara Halmahera. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

Tinggi gelombang 1.25 - 2.50 m (Sedang) berpeluang terjadi di :

SELAT MALAKA BAGIAN UTARA, LAUT JAWA BAGIAN TENGAH DAN TIMUR, PERAIRAN SABANG - BANDA ACEH, PERAIRAN KEP. KANGEAN, PERAIRAN BARAT ACEH, PERAIRAN SELATAN KALIMANTAN, PERAIRAN BARAT P. SIMEULUE HINGGA KEP. MENTAWAI, SELAT MAKASSAR BAGIAN SELATAN, PERAIRAN BENGKULU, PERAIRAN KEP. SELAYAR HINGGA KEP. SABALANA, SAMUDRA HINDIA BARAT SUMATRA, LAUT FLORES, PERAIRAN P.SAWU HINGGA P.ROTTE - KUPANGLAUT TIMOR, LAUT SAWU, PERAIRAN BITUNG - MANADO, PERAIRAN KEP. ANAMBAS, SELAT MALUKU BAGIAN SELATAN, LAUT NATUNA, PERAIRAN UTARA KEP. SULA, PERAIRAN UTARA JAWA TENGAH HINGGA JAWA TIMUR, 
PERAIRAN UTARA PAPUA BARAT HINGGA PAPUA

Tinggi gelombang 2.50 - 4.0 m (Tinggi) berpeluang terjadi di :

PERAIRAN BARAT LAMPUNG - ENGGANO,  LAUT SULAWESI BAGIAN TIMUR, SELAT SUNDA BAGIAN SELATAN, PERAIRAN UTARA KEP. NATUNA, PERAIRAN SELATAN P. JAWA HINGGA LOMBOK, PERAIRAN KEP. SANGIHE - KEP. TALAUD, SELAT BALI - LOMBOK - ALAS BAGIAN SELATAN, LAUT MALUKU BAGIAN UTARA, PERAIRAN SELATAN P. SUMBA, PERAIRAN UTARA HALMAHERA, SAMUDRA HINDIA SELATAN JAWA HINGGA NTT, LAUT HALMAHERA, LAUT NATUNA UTARA NATUNA, SAMUDRA PASIFIK UTARA HALMAHERA HINGGA PAPUA
.
.
Lanjut dikomentar 👇
*GEMPABUMI MENGGUNCANG WILAYAH KAB. TASIKMALAYA -JAWA BARAT, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI* •	Hari  Kamis, 10 Januari 2019, gempabumi tektonik mengguncang wilayah Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat.  Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi terjadi pada pukul  15:03:16 WIB dengan kekuatan M=3.8  dengan koordinat  episenter 8.14 LS dan 107.90 BT atau  tepatnya berlokasi di laut pada jarak  60 km BaratDaya Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 23 km. •	Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempabumi dirasakan di daerah Tasikmalaya dan Pangandaran dengan skala intensitas II MMI. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan. •	Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat proses subduksi di wilayah Selatan Jawa. Meskipun dangkal dan terjadi di laut, gempabumi ini tidak berpotensi  tsunami, karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. •	Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu kepada masyarakat  dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi dari BMKG.

Tangerang Selatan, 10 Januari 2019

JOKO SISWANTO, S.Sos.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan
INI KATA BMKG TENTANG ISU TSUNAMI DI TAPANULI TENGAH 10 JANUARI 2019
.
.
Mencermati isu tsunami di daerah Tapanuli Tengah pada hari Kamis tanggal 10 Januari 2019 sekitar pukul 02.30 WIB, maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tanggapan sebagai berikut:
1. Seketika itu BMKG segera melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dimana hasilnya tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya. 
2. Hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara, (Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tello, dan Tanabala) tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan (hanya gejala normal pasang surut harian) . 
3. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga dan BMKG Nias bahwa tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami. 
4. Oleh karena itu BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. 
5. Tetap waspada dan selalu pantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
Jakarta, 10 Januari 2019
*Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG* *RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.*
#BMKGmenjawab
#hoax
#lawanhoax
#tsunami
#tapanulitengah
BACA INI DULU SEBELUM KE PANTAI SOB..
.
.
Terdapat Sirkulasi Eddy di Perairan barat Aceh dan Samudra Pasifik timur laut Jayapura. Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian barat, Selat Malaka bagian tengah dan Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut
.
.
Jadi selalu pertimbangkan kondisi ombak yah sob sebelum berlayar atau berenang dipantai.
Stay safe dan selalu waspada
#infobmkg
#bmkgmaritim
#peringatandinigelombangtinggi
#faktadata
GEMPABUMI GUNCANG WATATU (KAB. DONGGALA) DAN DAERAH DISEKITARNYA

Hari Rabu, tanggal 09 Januari 2019 pukul 15:28 WITA, di Watatu (Kab. Donggala) dan daerah disekitarnya diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan M = 4.0; Lokasi pusat gempa berada di darat, 8 km arah tenggara Watatu (Kab. Donggala) pada koordinat 0.94 LS - 119.62 BT kedalaman 10 km, ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman sumber gempa penyebab gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktifitas sesar lokal setempat.

Getaran gempabumi diperkirakan dirasakan pada skala III-IV MMI di Watatu (Kab. Donggala), Bambaira (Kab. Mamuju Utara), dan daerah disekitarnya yang berdekatan dengan lokasi sumber gempabumi. Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan; benda-benda ringan yang digantung bergoyang, jendela kaca bergetar.

Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima di BMKG, getaran gempabumi dirasakan lemah-sedang (II-III MMI) di Palu dan Sigi; 
Terkait dengan peristiwa gempabumi tersebut, masyarakat disekitar lokasi sumber gempabumi dihimbau tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi berkekuatan relatif kecil dan tidak berdampak merusak. Hal-hal yang berkenaan dengan kejadian gempabumi agar tetap mengikuti arahan BPBD dan Informasi BMKG.

Palu, 09 Januari 2019
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Palu,

TTD

Cahyo Nugroho, SE, S.Si

NIP. 19750805 1998031001
Sebelum berlayar atau liburan kepantai yuk dicek dulu potensi gelombang tinggi 3 hari kedepan di perairan yang akan kamu lalui.
#potensigelombangtinggi 
#bmkgmaritim
#infomaritim
#infobmkg
#faktadata
Info Gempa Mag:3.9 SR, 08-Jan-19 20:00:32 WIB, Lok:9.45 LS,112.90 BT (135 km Tenggara KAB-MALANG-JATIM), Kedlmn:10 Km, dirasakan di Malang II MMI ::BMKG
GEMPABUMI TEKTONIK M 4.0  MENGGUNCANG MAMASA - SULAWESI BARAT,  TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Selasa, tanggal 8 Januari 2019 pukul 19:50:16 WITA telah terjadi gempabumi tektonik di daerah Mamasa – Sulawesi Barat.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan M =4.0 Skala Richter. Lokasi pusat gempa berada di darat, 5 Km Timur Kec. Tawalian, Kab. Mamasa, Sulawesi Barat, pada koordinat 2.95 LS – 119.47 BT pada kedalaman 10 km. 
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menunjukkan bahwa gempabumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Saddang. Guncangan gempabumi dirasakan di Mamasa III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG.

Makassar, 8 Desember 2019
Plt. Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar

Joharman, SH, MM
NIP. 19620415 198403 1 002
KEJADIAN GEMPABUMI MERUSAK MENINGKAT DITAHUN 2018!

BERDASARKAN data gempa dari Pusat Gempa Nasional BMKG, selama tahun 2018 di wilayah Indonesia telah terjadi aktivitas gempa sebanyak 11.577 kali dalam berbagai magnitudo dan kedalaman. Sementara pada tahun 2017 jumlah aktivitas gempa yang terjadi hanya 7.172 kali. Artinya, selama tahun 2018 telah terjadi peningkatan jumlah aktivitas gempa yang drastis di Indonesia, yaitu 4.405 kejadian gempa tektonik atau naik sekitar 50%. Berdasarkan magnitudonya, selama tahun 2018 gempa didominasi oleh gempa dengan magnitudo  kurang dari 5 sedangkan gempa diatas magnitudo 5 tercatat sebanyak 297 kali.
Sepanjang tahun 2018, aktivitas gempa di Indonesia didominasi oleh gempa dangkal kurang dari 60 km yang terjadi 9585 kali. Selanjutnya gempa kedalaman menengah antara 61 - 300 km terjadi 1856 kali. Sedangkan gempa hiposenter dalam di atas 300 km hanya terjadi 136 kali.

menurut @daryonobmkg tingginya aktivitas gempa bumi di Indonesia selama tahun 2018 tersebut disebabkan karena adanya beberapa gempa kuat dan diikuti oleh rangkaian gempa susulan yang banyak. Selain itu, adanya aktivitas gempa swarm di Mamasa, Sulawesi Barat juga memberikan tambahan jumlah gempa yang sangat signifikan. Sehingga jika dikumulatifkan seluruh aktivitas gempa yang terjadi di Indonesia pada tahun 2018 menjadi jumlah yang sangat besar.
.
.
lanjut dikolom komentar👇
Info #Gempa Mag:5.0, 07-Jan-19 10:48:29 WIB, Lok:8.10 LS, 119.88 BT (66 km BaratLaut MANGGARAIBRT-NTT), Kedlmn:10 Km ::BMKG http://inatews.bmkg.go.id/
Info Gempa Mag 4.2 SR, 4-Jan-19 06:15:46 WIB, Lok:2.46 LS-140.55 BT (13 Km TimurLaut JAYAPURA-PAPUA),Kedlmn: 10km, drskn III MMI di Sentani dan Heram, serta II-III MMI di Jayapura ::BMKG
GEMPABUMI GUNCANG AMBON, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Hari Kamis, tanggal 03 Januari 2019 gempabumi tektonik mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempabumi terjadi pada pukul 13:21:21 WIT dengan kekuatan M=4.6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.68 LS dan 127.74 BT, tepatnya di laut 47 km Barat Ambon pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan informasi warga, intensitas guncangan gempabumi tersebut dirasakan di Ambon III MMI. Di daerah tersebut, guncangan gempabumi dirasakan oleh banyak orang. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan maupun korban.

Ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal yang menyebabkan terjadi deformasi batuan, sehingga memicu terjadinya gempabumi. Meskipun dangkal dan terjadi di laut, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Terkait dengan peristiwa gempabumi Ambon yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun pada pukul 13:37 WIT belum terjadi aktivitas gempabumi susulan. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG serta arahan dari BPBD. Khususnya masyarakat di pesisir pantai dihimbau agar tidak terpancing isu, karena gempabumi yang terjadi TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Ambon, 03 Januari 2019

Sunardi, S.Kom
Kepala Stasiun Geofisika Ambon
Telah terjadi gempa bumi dengan parameter sbb:

Kekuatan : 5.0 SR
Tanggal : 08-Jun-18
Waktu Gempa : 07:27:38 WIB
Lintang : 7.10 LS
Bujur : 106.08 BT
Kedalaman : 10 Km

Lokasi:
Java, Indonesia

Keterangan: 
62 km BaratDaya LEBAK-BANTEN
85 km BaratDaya PANDEGLANG-BANTEN
86 km BaratDaya KAB-BOGOR-JABAR
110 km BaratDaya SERANG-BANTEN
132 km BaratDaya JAKARTA-INDONESIA

Evaluasi:

Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI